BSD Turunkan Target Nilai Emisi Obligasi Jadi Rp 650 Miliar

11 June 2016

BERITASATU.COM, Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menurunkan target nilai emisi obligasi dari hasil penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap I menjadi Rp 650 miliar dari rencana semula Rp 1,5 triliun. Perseroan menawarkan obligasi dengan kupon 9-9,25%.

Direktur BSD Hermawan Wijaya mengatakan, target emisi diturunkan karena potensi dari suku bunga yang berpeluang kembali turun pada masa mendatang. Nilai emisi tersebut pun dinilai cukup memenuhi kebutuhan ekspansi perseroan.

“Program PUB ini berlaku selama dua tahun. Jadi setelah tahap pertama ini, kami bisa menerbitkan lagi kapanpun. Kita lihat nanti pasarnya akan bagaimana,” jelas dia di Jakarta, Jumat (10/6).

PUB II tahap I akan diterbitkan dalam dua seri yakni seri A sebesar Rp 625 miliar untuk jangka waktu lima tahun dan seri B Rp 25 miliar untuk jangka waktu tujuh tahun. Kupon untuk seri A ditetapkan 9%, sementara seri B dipatok 9,25%.

Perseroan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 9 Juni 2016. Lalu, masa penawaran obligasi tersebut akan dilakukan pada 10 Juni dan 13 Juni 2016. Sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 17 Juni.

Sesuai rencana, sekitar 40% dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembebasan tanah di areal pengembangan BSD City. Lalu, sekitar 40% untuk pembangunan proyek perumahan, komersial, perkantoran dan infrastruktur di areal pengembangan BSD City, sedangkan sisa 20% untuk modal kerja antara lain pembayaran bahan operasional seperti biaya umum administrasi, biaya penjualan dan lain-lain.

BSD menunjuk PT BCA Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai sebagai penjamin pelaksana emisi. Adapun, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idAA- untuk obligasi ini. Agunan dari obligasi ini adalah tanah atau bangunan milik perseroan senilai 100% dari prinsipal obligasi yang diterbitkan. Sebagai informasi, PUB II tahap I merupakan bagian dari PUB II yang memiliki target hingga Rp 3 triliun.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 4 triliun, atau turun dari realisasi capex tahun lalu yang hampir Rp 5 triliun. Capex tersebut disesuaikan dengan target pra penjualan (marketing sales) tahun ini Rp 6,8 triliun, atau sama dibanding realisasi 2015.

Finalisasi Pinjaman
Sementara itu, konsorsium BSDE tengah memfinalisasi pinjaman bank sekitar Rp 4,2 triliun untuk mendanai pengerjaan ruas jalan tol Serpong-Balaraja yang sekitar Rp 6,03 triliun. Pinjaman ini seiring dengan pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) ruas tol tersebut.

Presiden Direktur BSD FX Ridwan Darmali mengatakan, Trans Bumi Sebaraja telah menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol. Sementara financial closing dengan salah satu Bank BUMN akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kami masih berbicara dengan satu pihak yang akan memberikan sindikasi tersebut. Dalam dua bulan ke depan kami harap sudah closing,” jelas dia.

Di Trans Bumi Serbaraja, kepemilikan BSD mencapai 50% saham. Sementara dua mitra perseroan, yakni PT Astratel Nusantara dan PT Transindo Karya Investama masing-masing bakal memiliki 25%. Pendanaan dari porsi pinjaman 70% dan ekuitas 30%.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengharapkan konsorsium BSD mulai menggarap rual tol Serpong-Balaraja seksi I sepanjang 10 kilometer (km) pada kuartal IV-2016. Pembebasan lahan seksi I sudah mencapai 80%-90%.

BSD diperkirakan bakal mengantongi sekitar Rp 900 miliar dari penjualan lahan milik perseroan yang akan dimanfaatkan untuk seksi I Serpong-Balaraja. Namun, perseroan belum memasukan keuntungan tersebut ke dalam target prapenjualan tahun ini.

Farid Nurfaizi/MHD

© Copyright bsdcity.com 2020 | Privacy Policy | Terms of Use
© Copyright bsdcity.com 2020 | Privacy Policy | Terms of Use