Bisnis Residensial Dorong Pertumbuhan BSD

25 January 2016

beritasatu.com, Jakarta – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), salah satu emiten properti terkemuka, mencetak pendapatan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 6,8 triliun selama 2015. Pencapaian tersebut meningkat 3,83% dibandingkan 2014.

Sebagian besar marketing sales BSD berasal dari kawasan residensial yang mencapai Rp 4,4 triliun. Hasil tersebut melampaui target yang dipatok perseroan yang sebesar Rp 4,2 triliun.

“Pertumbuhan marketing sales dari produk residensial juga yang tertinggi, yaitu melonjak 39% dibandingkan dengan raihan 2014 yang senilai Rp 3,1 triliun,” kata Direktur BSD Hermawan Wijaya dalam penjelasan resmi, Minggu (24/1).

Hermawan menjelaskan, peningkatan marketing sales perseroan masih didorong oleh tingginya permintaan di kawasan BSD City, Serpong. Kawasan tersebut menyumbangkan marketing sales sebesar 70,1% atau senilai Rp 4,7 triliun.

Selain BSD City, kontributor utama kenaikan prapenjualan perseroan adalah Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, Taman Banjar Wijaya, dan Grand City Balikpapan.

“Kenaikan ini mengindikasikan produk yang kami siapkan mendapat kepercayaan dari konsumen karena kualitas dan keunggulannya sebagai hunian maupun investasi,” ujar dia.

Sementara itu, dari segmen lain, pendapatan prapenjualan unit komersial termasuk kavling tanah, apartemen, kawasan industri, dan ruko yang dibukukan BSD sepanjang tahun lalu mencapai Rp 2,4 triliun.

Hingga 30 September 2015, BSD berhasil meraih pendapatan Rp 4,6 triliun atau meningkat 18% dibandingkan periode sama 2014 yang sebesar Rp 3,9 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai Rp1,7 triliun.

Dari sisi fundamental, BSD masih memiliki kekuatan kas yang kuat, yakni senilai Rp 6,7 triliun. Sedangkan total aset tercatat senilai Rp 35,6 triliun hingga 30 September 2015.

Kekuatan fundamental tersebut dimanfaatkan BSD untuk menambah cadangan lahan terutama yang terbesar di lokasi BSD City. Nilai pembelian tanah tersebut mencapai Rp 2,07 triliun hingga kuartal III tahun lalu dan dibiayai oleh perolehan kas dari aktivitas operasional.

Tahun ini, perseroan masih akan melanjutkan pengembangan proyek residensial maupun komersial, serta akan menambah kembali cadangan lahan untuk menopang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

KDB Daewoo Securities Indonesia dalam risetnya, mengungkapkan, tahun ini, perseroan masih akan mengandalkan proyek di Serpong, dengan total land bank seluas 6.000 hektare (ha). BSD City memiliki nilai kompetitif dan atraktif dengan fasilitasnya yang lengkap dan terintegrasi.

Perseroan juga menggenjot kawasan Serpong dengan ekspansi wet market. Desember lalu, perseroan telah meluncurkan wet market tahap 2 di BSD City. Pasar tersebut berdiri di lahan seluas 2,6 ha, yang terdiri atas 539 unit kios, 30 unit loket, dan 52 unit ruko.

Selama ini, BSD memiliki wet market di Pasar Modern BSD City 1 yang terdiri atas 320 unit kios, 302 loket , dan 100 ruko untuk memenuhi kebutuhan terhadap buah-buahan, sayuran, serta keperluan rumah tangga.

KDB Daewoo Securities memprediksi laba bersih BSD tahun ini bertumbuh menjadi Rp 2,9 triliun dibandingkan tahun lalu yang senilai Rp 2,4 triliun. Sekuritas asing itu pun merekomendasikan trading buy saham BSD berkode BSDE. Adapun target harga BSDE dinaikkan menjadi Rp 2.100 dari sebelumnya Rp 1.920.

 

Penulis: Jauhari Mahardhika

© Copyright bsdcity.com 2020 | Privacy Policy | Terms of Use
© Copyright bsdcity.com 2020 | Privacy Policy | Terms of Use